Jumat, 17 Desember 2010

My Portofolio - Page 2 [ HDR Photo ]

Kali ini aku mo berbagi dikit pengalaman waktu belajar HDR, awalnya ga ngerti sama sekali soal HDR, yah belajar baca sana-sini akhirnya tau juga lah soal HDR, tinggal mencoba. Yah, intinya, HDR adalah teknik menggabung 3 Frame foto yg secara object dan BG adalah identik, yg berbeda adalah tingkat exposurenya. Dibeberpa kamera DSLR sudah dilengkapi fitur untuk menangkap 3 atau lebih frame yg tingkat exposurenya berbeda. Fitur ini dinamakan HDR, dan biasanya pemakaian fitur ini harus dibarengi dg fitur continues shooting, agar camera bisa menangkap beberapa frame dalam sekali pencet.

Waktu bikin foto2 ini, aku ngolahnya pake Photoshop CS3 sama CS2, dan satu aplikasi pengolah foto HDR yang aku lupa namanya.....tar deh klo inget ditulis disini.

Langsung aja lah ini beberapa hasil olahanku dg teknik HDR.







Senin, 13 Desember 2010

My Portofolio - Page 1 [ Revers Ring Macro ]

Waktu itu iseng2 jalan2 keliling FJB kaskus, dan ga sengaja liat ada yg jual reverse lense....jadi penasaran apaan tuh reverse lense....

Setelah searching beberapa saat, ternyata reverse lense gunanya buat ngakalin lensa biasa buat foto macro (close photography). Dan setelah aku liat harganya murah, sekitar 60 ribu, emang terasa murah bila kita harus beli lensa macro yg harganya diatas 5 juta, maka aku mutusin buat mesen tuh lensa meskipun blom tau gimana cara makenya.

Beberapa hari kemudian, nyampe pesenanku itu, tapi pas dicoba, sempet mengalami kesulitan juga, soalnya di lensa kit D5000, sudah menggunakan system G, yaitu ga da aperture ringnya, jadi pengaturan aperture, full dari body camera...nhah lhoh, trus ngeset aperturenya gimana nih (at least buat bukanya aja deh...). Setelah naruh telunjuk dibathuk buat beberapa saat...akhirnya muncul juga tuh gambar lampu pijar diubun2ku...twink.....ide muncul....akhirnya, aku tarik, dan aku iket tuh aperture pin ke arah wide open, pake karet gelang :hammer .....tapi dengan trik sederhana nan bodoh itu, akhirnya aku berhasil juga nyoba tuh foto macro pake reverse lense.

Ini beberapa hasil foto macro pertamaku....dengan bantuan reverse lense tentunya....

u-turn

run down

fresh

bulb


.....*.untitled

ci lu ba


:O


climb up


ih.....malu tau

Kalau ada yg mau kasih komen, silahkan, diterima.....

Untuk tips ngakalin aperture pin buat make reverse lense ato extension tube, aku share kapan2 aja yah...hehehehe....:D

Sabtu, 11 Desember 2010

...Menyentuh SLR "Pertama" Kali....

Sekian tahun yang lalu, pertama kali megang kamera digital, canon prosumer Powershot SX100Is, langsung muncul ketertarikanku akan benda ini, dan waktu beberapa hari megang benda itu, rasanya pengen terus mencet tombolnya. Beberapa hari itu, dah mulai tertarik muter2 lingkaran yg ada disebelah atas sisi kamera dan mencoba efek apa yg dihasilkan olehnya. Dan sejak itu aku bertekat, jika aku kerja nanti, aku akan menyisihkan uangku untuk membeli kamera, entah itu prosumer, ataukah DSLR....

Dan setelah sekarang, aku bisa berusaha sendiri, dan menyisihkan uangku, akhirnya beberapa saat lalu, aku bisa memiliki DSLRku sendiri, dan sejak saat itu aku mulai tergila-gila dengan dunia baruku ini.....

Inilah beberapa hasil lukisanku dengan mainan baruku itu......




















Jumat, 10 Desember 2010

Nikon AF-S 18-105 VR or Sigma 17-70 DC Macro OS HSM ???

Belakangan ini aku lagi labil soal lensa (*.bukan "ababil"), dengan kekurangan lensa KIT dari D5000 (AF-S 18-55 VR) yg terbatas disisi focal lengthnya yg hanya mentok di 55mm, aku ngerasa ni lensa ga memenuhi kebutuhan untuk street photography , yg belakangan aku suka lakukan.

Karena pertimbangan itulah, aku memutuskan mengencangkan ikat pinggang (*.meskipun tetep njemblung) buat nabung demi mengejar target lensa dengan focal lenght yg agak lebih panjang di level midrange....bukan tele.


nikon AF-S 18-135

Pada pemikiran awal, sempat tertarik untuk ngambil AF-S 18-135, dan setelah baca di salah satu situs review fotografi (slrgear.com), keliatannya lens ini lumayan bagus. Tapi setelah dilihat2, wah , langsung membatalkan pilihan, karena ternyata lensa ini belum dilengkapi dengan fitur VR (VIbration Reduction), yang aku rasa, akan sangat dibutuhkan di FL panjang.


Nikon AF-S 16-85 VR

Kemudian, setelah membatalkan pilihan itu dan melihat review-review yang ada di forum, atau di beberapa album OnLine, aku liat lensa nikon AF-S 16-85 VR lumayan disarankan karena ketajamannya yg bagus, range FL yg panjang, dan nilai CA (Chromatic Abberation) yg minim. Dengan body yg lebih solid dari kebanyakan lensa nikon, yaitu dg mounting lensa yg udah metal, lensa ini di claim lebih bagus dari sisi build quality. Tapi lagi-lagi aku harus membatalkan pilihan ke lensa ini. Harganya ternyata diluar jangkauan. Pada saat aku nulis artikel ini, harga lensa ini masih dikisaran Rp. 5.800.000. :hammer. Aku kira akan lebih wise kalau aku beli lensa dengan harga dibawahnya tapi dengan kualitas optik yg tidak kalah, kan sisanya bisa buat ngejar lensa tele :D .

Nikon AF-S 18-105 VR

Setelah itu aku mulai mencari2 dan membaca2 review lagi, dan akhirnya aku mulai tertarik dengan lensa KIT D90, yaitu AF-S 18-105 VR. Aku liat lensa ini tajam, sedikit CA di FL pendek dan diakhir, dan Vignette yang tidak terlalu mengganggu. Tapi banyak fotografer diluar negri yg bilang kalau distorsi lensa ini gede banget. Tapi aku sih ga terlalu ambil pusing soal distorsi, lumayan lah, ga perlu beli fish eye klo dah ada distorsinya, hehehehehe.....:D .

Tapi tadi siang , perhatianku sedikit tersita, dan mungkin membuatku jadi labil dalam menentukan pilihan. Aku teringat beberapa saat yg lalu temenku pernah bilang kalau dia akhirnya beli lensa midrange yg focusnya cepet, dengan bukak-an yg relatif lebar , f2,8 , maka lensa itu katanya lumayan bagus untuk capturing di tempat indor dan lowlight. Selain itu, lensa tersebut juga dibekali dengan motor internal HSM (High Speed Motor) dan juga fitur Optical Stabilization (OS). Si produsen lensa itu meng-klaim kalau lensa itu adalah lensa Macro dengan jarak focus terpendek lebih dekat daripada lensa lain, pastinya lupa aku..... :p . Yak, lensa itu adalah Sigma 17-70 DC Macro OS HSM.

Sigma 17-70 DC Macro OS HSM

Dari testimoni temenku beberapa waktu lalu sih, katanya lumayan sharp hasil dari lensa ini. dan yg bikin dia mutusin ambil lensa ini adalah karena Fast Focus nya....karena aperturenya lumayan lebar.... Tadi siang aku coba liat review lensa ini di beberapa situs fotografi, dan hampir semua merecomendasikan lensa ini. Data statistik dari lensa ini juga bagus, CA dan distorsi yang rendah, namun dikatakan kalau lensa ini mempunyai nilai vignette yg tinggi pada FL pendek (sekitar 18-25mm), tapi buat aku, vignette juga bukan masalah.

Yang membuatku makin bingung, setelah aku cari di situs album foto Online FLICKR, ternyata aku kurang puas dengan hasil foto2 dari lensa ini, malahan aku masih merasa lebih puas dan bisa menikmati hasil foto2 dengan lensa nikon AF-S 18-105 VR tadi. Aku rasa, hasilnya lebih sharp, lebih saturated dan lebih jernih...tapi...
who the hell knows...:D ....dengan perbedaan harga yg lumayan, sekitar Rp. 1 juta dengan harga Sigma yg lebih mahal....kayanya aku perlu cari wangsit lagi buat milih yg mana yg mo diambil......

Bertapa dimulai.... hehehehe......